B. Gerak pada Vetebrata

1.Gerak pada Ikan

Gerak pada ikan melibatkan rangka dan otot ikan. Rangka ikan berbentuk streamline unutk memudahkan ikan dalam air. Rangka pada ikan tersusun atas 4 kelompok tulang, yaitu tulang tengkorak, tulang badan, tulang anggota gerak, dan tulang ekor. Tulang anggota gerak berkembang menjadi sirip dan sirip tersebut digunakan ikan untuk berenang dan menjaga keseimbangannya. Adanya sirip ekor membantu ikan bergerak lebih cepat. Gerakan pada ikan disebabkan oleh kontraksi otot yang terdapat pada dua sisi.

2.Gerak pada Amfibi

Katak adalah salah satu dari jenis amfibi. Katak memiliki rangka dalam(endoskeleton). Rangka katak tersusun dari 3 kelompok, yaitu tulang tengkorak, tulang badan, dan tulang anggota gerak. Katak mempunyai tulang belakang yang panjang dan otot yang kuat, oleh karena itu katak dapat melompat dengan tinggi dan katak juga mempunyai selaput renang, selaput ini memberikan tekanan yang kuat, sehingga terbentuk gerakan di air.

3.Gerak pada Reptil

Ular dan buaya adalah jenis dari reptil. Reptil mempunyai rangka dalam. Seperti contoh ular, ular mempunyai rangka tubuh yang terdiri dari tulang tengkorak, tulang badan dan tulang ekor. Tulang badan ular itu terdiri dari tulang belakang dan tulang rusuk. Tulang belakang ular terdapat  paling sedikit  seratus ruas. Hal tersebut memudahkan ular untuk bergerak. Tulang rusuk pada ular itu tidak melekat dengan tulang dada dan tulang belakang, tetapi tulang rusuk itu dihubungkan dengan tulang belakang dan otot yang elastis, sehingga dia dapat mengembangkan rongga dadanya. Pada umumnya reptil itu mempunyai tungkai, akan tetapi ular tidak memilikinya karena ular bergerak merayap.

4.Gerak pada Burung

Sama halnya dengan burung, burung juga mempunyai rangka dalam. Burung terbang dengan sayap dan sayap tersebut dikendalikan oleh otot otot yang sangat kuat. Otot otot tersebut melekat pada tulang dada.  Burung memiliki dua otot, dan  sistem yang digunakan yaitu sistem kerja otot yang berlawanan. Pada saat burung mengepakkan sayapnya, bulu bulu akan menutup dan akan membuka ketika sayap terangkat. dengan cara inilah burung mendapatkan kekuatan. Bentuk tubuh pada burung itu ringan dan ramping, sehingga dia mudah unutk terbang dan selain itu burung juga mempunyai kantung udara untuk meringankan tubuhnya. Dan bulu ekornya juga berperan penting dalam membantu burung terbang.

5.Gerak pada Mamalia

Kita ambil contoh kuda, kuda memilki rangka dalam untuk menyekong tubuhnya. Alat gerak kuda adalah tulang tulang yang dibantu otot otot. Saat berjalan kaki belakang kuda yang akan menekan karena di kaki inilah sebuah kekuatan terbetuk. Pada saat kuda berjalan akan terjadi empat irama langkah kaki

6. Kelainan Dan Penyakit Pada Otot

Seperti halnya pada tulang, adanya kelainan dan penyakit pada otot juga dapat mengganggu pergerakan yang normal. Gangguan pada otot secara umum dapat disebabkan oleh infeksi, aktivitas dan faktor bawaan (genetis).

1. Gangguan otot akibat infeksi

Gangguan otot akibat infeksi disebabkan misalnya oleh bakteri atau virus. Gangguan otot akibat infeksi ini antara lain tetanus dan atrofi otot.

Tetanus

Tetanus merupakan suatu keadaan dimana otot berkontraksi terus-menerus sehingga otot menjadi kejang. Tetanus disebabkan oleh racun bekteri Clostridium tetani yang masuk ke dalam tubuh melalui luka. Dengan pemberian suntikan ATS (Anti Tetanus Serum), seseorang dapat terhindar dari tetanus atau sebagai upaya pengobatan kepada seseorang yang terkena tetanus

Atrofi otot

Atrofi otot merupakan keadaan dimana otot menjadi kecil. Akibatnya, fungsi otot menurun karena kehilangan kemampuan untuk berkontraksi. Atrofi umumnya disebabkan oleh penyakit poliomyelitis. Penyakit poliomyelitis disebabkan oleh virus yang dapat dicegah dengan imunisasi polio pada saat bayi. Trofi juga dapat terjadi bila otot tidak pernah digunakan melakukan aktivitas. Misalnya, orang yang sedang sakit dan berada di tempat tidur dalamjangka waktu yang lama.

2. Gangguan otot akibat aktivitas

Gangguan otot akibat aktivitas yang sering terjadi adalah kram dan kaku leher (stiff). Kram atau kekejangan terjadi karena otot terus-menerus melakukan aktivitas sehingga otot menjadi kejang dan tidak mampu berkontraksi lagi yang disebabkan karena kelelahan otot. Kaku leher terjadi karena hentakan kesalahan gerak, sehingga mengakibatkan otot trapesius leher meradang.

3. Gangguan otot akibat bawaan (genetis)

Gangguan otot akibat bawaan (genetis) atau distrofi otot merupakan suatu penyakit kronis pada otot yang diwariskan dari orang tuanya.

5. Otot manusia

Otot merupakan kumpulan dari serabut otot. serabut otot terbentuk dari sel-sel otot. Dalam tubuh kita, banyaknya otot kira-kira 40% dari berat tubuh. Tulang pada tubuh kita tidak dapat bergerak tanpa otot. Otot mampu menghasilkan gerak karena adanya sel otot. Jika ada suatu rangsangan, sel otot dapat berkontraksi. Dalam sistem gerak, kerja otot yang paling utama adalah kontraksi (memendek dan menebal) dan relaksasi (kembali ke keadaan semula). Otot yang berkontraksi menjadi pendek dan menebal menyebabkan tulang tempat otot rangka tertaut dapat tertarik. Akibat dari kerja otot tersebut, yaitu terjadinya perubahan posisi tulang sehingga menghasilkan suatu gerak tertentu. Oleh karena kemampouan otot untuk menggerakan tulang maka otot disebut alat gerak aktif.

1. Jenis Otot Manusia

Otot manusia dibedakan menjadi tiga, yaitu otot lurik (otot rangka), otot polos (otot licin), dan otot jantung. Ketiga jenis otot tersebut memiliki bentuk sel dan sifat yang berbeda. Berikut ini akan dibahas bentuk sel dan sifat masing-masing otot.

Otot lurik (otot rangka)

Otot lurik melekat pada rangka (tulang) sehingga disebut  juga otot rangka. ujung otot lurik yang melekat pada tulang disebut urat otot (tendon). Tendon yang melekat pada tulang yang tidak dapat digerakkan disebut origo. Tendon yang melekat pada tulang yang dapat digerakkan disebut insersi. Sel otot lurik berbentuk panjang dan silindris sehingga disebut serabut otot. Selain itu, sel otot lurik juga memiliki bagian yang gelap dan terang yang memberikan kenampakan seperti lurik. Kenampakan lurik disebabkan oleh protein otot yang berbeda, yakni aktin dan miosin. Kerja otot lurik dipengaruhi oleh kehendak (kesadaran) kita melalui perintah yang diatur oleh otak. Oleh karena itu, otot lurik disebut pula otot sadar. Gerak otot lurik berlangsung cepat, tetapi cepat lelah dan tidak teratur. Kelelahan ini dapat menyebabkan otot tidak mampu melakukan fungsi gerak lagi, misalnya kram.

Otot polos (otot licin)


Otot polos terdapat pada organ dalam, maka sering pula disebut otot dalam. Sel-sel otot polos tampak berbentuk gelendong dengan kedua ujungnya meruncing. Sel otot polos hanya memiliki satu inti sel yang terletak di tengah sel. Berbeda dengan otot rangka, kerja otot polos tidak dipengaruhi oleh kehendak kita. Artinya, otot polos tidak bekerja secara otomatis tanpa perintah dari otak. Proses pencernaan makanan yang melibatkan kerja otot polos akan berlangsung tanpa diperintah otak. Oleh karena itu, otot polos disebut pula otot tak sadar, karena gerakannya tidak kita sadari. Gerakan otot polos lambat, tetapi teratur dan tidak cepat lelah.

Otot jantung


Otot jantung merupakan otot yang khusus membentuk jantung. Otot jantung mirip dengan otot lurik tetapi bercabang-cabang dan memiliki banyak inti sel. Inti sel terletak di tengah serabut. Otot jantung berfungsi menggerakan jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Kontraksi dan relaksasi otot jantung menyebabkan serambi dan bilik jantung menyempitkan sera melebar secara berirama. Kontraksi dan relaksasi menimbulkan denyut jantung. Kerja otot jantung tidak dipengaruhi oleh kehendak kita (di luar perintah otak), tetapi dipengaruhi oleh saraf ototnom (simpatetik dan parasimpatetik). Otot jantung bekerja terus selama seseorang masih hidup. Meskipun kita sedang tidur, otot jantung tetap bekerja. Gerakan otot jantung teratur dan tahan kelelahan. Otot jantung memiliki struktur seperti otot lurik, tetapi bekerjanya seperti otot polos.

2. Cara Kerja Otot

Tulang-tulang kita dapat digerakkan karena adanya otot yang berkontraksi, yang berkontraksi sebenarnya adalah sel-sel otot. Otot berkontraksi karena pengaruh suatu rangsangan melalui saraf. Rangsangan yang tiba ke sel otot akan mempengaruhi suatu zat (asetilkolin) yang peka terhadap rangsangan. Asetilkolin adalah zat pemindah rangsangan yang dihasilkan pada bagian ujung saraf. Ion kalsium menyebabkan protein otot, yaitu aktin dan miosin berikatan membentuk aktomiosin sehingga terjadilah kontraksi. Setelah berkontraksi, ion kalsium masuk kembali ke dalam plasma sel, sehingga menyebabkan lepasnya pelekatan aktin dan miosin sehingga otot melemas. Keadaan inilah yang disebut relaksasi. Untuk berkontraksi, otot memerlukan tenaga (energi) yang berasal dari energi yang tersimpan di dalam sel-sel otot. Otot dalam keadaan bekerja juga menghasilkan zat sisa yang disebut asam susu (asam laktat). Untuk menguraikan asam susu diperlukan oksigen yang cukup banyak. Otot-otot yang sering dilatih akan berkembang atau membesar, disebut hipertropi. Otot yang tidak sering disgunakan akan mengecil, disebut atropi.

3.Sifat Kerja Otot

Untuk menggerakan tulang diperlukan keterlibatan otot lurik (otot rangka) atau lebih. Sifat kerja otot ada yang berlawanan (antagonis) dan ada yang bersamaan (sinergis).

Kerja otot berlawanan (antagonis)


Kerja otot yang antagonis adalah dua otot yang kerjanya berlawanan, yaitu apabila satu otot berkontraksi, otot yang lain relaksasi. Untuk menggerakan lengan bawah ke atas dan sebaliknya diperlukan 2 otot rangka, yaitu otot bisep dan  trisep. Bila otot bisep berkontraksi maka otot trisep akan relaksasi sehingga lengan bawah tertarik ke atas. Sebaliknya, bila otot trisep berkontraksi maka otot bisep akan relaksasi, sehingga kengan bawah lurus kembali. Arah gerak otot yang antagonis lainnya, misalnya :

  • Abduktor dan aduktor (gerak menjauhkan dan mendekatkan tungkai dari sumbu tubuh)
  • Depresor dan elevator (gerak ke bawah dan ke atas)
  • Supinator dan pronator (gerak menengadahdan menelungkup)Kerja otot

Kerja otot bersamaan (sinergis)

Kerja otot bersamaan adalah dua otot yang kerjanya bersamaan. Otot pronator ada 2, yaitu otot pronator teres dan otot pronator kuadratus. Kedua otot tersebut bekerja sama menggerakan telapak tangan menelungkup dan menegadah.

4. kelainan dan penyakit pada tulang

–       Infeksi kuman penyakit. Kuman penyakit kelamin misalnya gonorrhoea dan sifilis dapat menyebabkan peradangan pada sendi. Peradangan ini me-nimbulkan rasa sakit bila sendi digerakkan. Sendi kekurangan cairan sehingga sendi menjadi kering, keadaan sperti ini disebut artritis sika. Rongga sendi dapat pula terisi oleh getah radang yang disebut artritis eksudatif.  Infeksi virus polio dapat menyebabkan gangguan pada tulang. Orang yang terkena penyakit polio dapat menjadi lumpuh

–       Akibat kecelakaan. Akibat terjadinya kecelakaan seseorang dapat mengalami retak tulang(fisura), patah tulang(fraktura), atau memar. Patah tulang dapat dibedakan menjadi dua. Bila patah , tetapi bila otot dan kulit tidak terluka disebut patah tulang tertutup, sedangkan bila otot dan kulit terluka disebut patah tulang terbuka. Robeknya selaput sendi yang disebut memar.

–       Kekurangn vitamin D dan Zat Kapur. Kekurangan vitamin D dan zat kapur dapat menyebabkan gangguan pada proses pembentukan tulang, sehingga tulang yang terbentuk kurang keras. Bila kekurangan vitamin D terjadi pada masa anak-anak, maka akan terjadi pembengkokan kaki berbentuk seperti huruf O atu kearah dalam sehingga berbentuk huruf X. Penyakit akibat kekurangan vitamin D disebut penyakit rakhitis.

–       Kebiasaan sikap tubuh. Kebiasaan sikap tubuh yang salah dapat menyebabkan perubahan kelengkungan tulang belakang. Tulang belakang yang melengkung kea rah depan disebut lordosis. Tulang belakang yang mem-bengkok ke belakang disebut kifosis. Tulang belakang yang membekok ke samping kiri atau kanan disebut skoliosis.

3. Hubungan antartulang (artikulasi)

Hubungan antartulang yang dapat digerakan ( Diartrosis )

Diartrosis( sendi gerak ) merupakan hubungan antartulang yang dapat digerakkan dengan bebas. Diartrosis memudahkan tulang dimungkinkan adanya bentuk-bentuk tertentu dari ujung-ujung tulang yang berhubungan. Berdasarkan arah geraknya, diartrosis terdiri dari lima macam, yaitu sendi peluru, sendi engsel, sendi putar, sendi pelana, dan sendi geser.

–       Sendi peluru merupakan bentuk hubungan tulang yang memungkinkan terjadinya gerakkan ke segala arah. Contoh sendi peluru adalah hubungan antara tulang paha dengan tulang pinggul dan tulang lengan atas dengan tulang belikat.

–       Sendi engsel merupakan bentuk hubungan dua tulang yang hanya me-mungkinkan terjadinya gerak satu arah. Contoh sendi engsel adalah hubungan antartulang pada siku, ruas antarjari, dan lutut.

–       Sendi putar merupakan bentuk hubungan dua tulang yang memungkinkan tulang yang satu bergerak mengitari ujung tulang yang lain sehingga terjadi gerak rotasi. Contoh sendi putar adalah hubungan antartulang atlas dengan tulang tengkorak.

–       Sendi pelana merupakan bentuk hubungan dua tulang, dan kedua ujung berbentuk pelana kuda. Gerakan yang dilakukan adalah dua arah, ke depan dan kebelakang atau ke kiri dan ke kanan. Contoh sendi pelana adalah hubungan antara tulang-tulang telapak tangan dengan ruas tulang jari tangan.

–       Sendi geser merupakan bentuk hubungan dua tulang yang memungkinkan terjadinya sedikit gerakan. Contohnya adalah  hubungan antara tulang-tulang pergelangan tangan dan tulang-tulang pergelangan kaki.

Amfiartrosis

Amfiartrosis(sendi kaku) merupakan hubungan antartulang yang masih me-mungkinkan terjadinya gerak yang sangat terbatas. Penghubung antar tulang pada amfiartrosis adalah tulang rawan. Contoh amfiartrosis adalah hubungan antartulang gelang panggul dan hubungan tulang rusuk dengan tulang dada.

Sinartrosis

Sinartrosis merupakan hubungan antartulang yang tidak dapat digerakkan sma sekali. Ujung-ujung tulang yang berhubungan dipersatukan oleh serabut jaringan ikat dan mengalami osifikasi sehingga tidak dapat digerakkan. Contoh sinartrosis adalah hubungan antartulang tengkorak.

2. susunan rangka Tubuh manusia

-Tulang tengkorak

Fungsi utama tulang tengkorak adalah melindungi otak. Otak memiliki fungsi yang sangat penting sehingga harus dilindungi. Tulang tengkorak tersusun atas 22 tulang pipih yang saling berhubungan dan membentuk suatu rongga. Tulang tengkorak terbagi atas dua kelompok, yaitu tulang tengkorak bagian kepala dan tulang tengkorak bagian muka.

-Tulang tengkorak bagian kepala(tulang tempurung kepala)

Tulang tengkorak bagian kepala mengelilingi dan melindungi organ yang sangat vital,yaitu orak. Ketika kita lahir, tulang tengkorak bagian kepala belum menyatu sempurna. Tulang tengkorak bagian kepla terdiri dari sepuluh buah tulang yaitu satu tulang tengkorak belakang, satu tulang dahi, dua tulang ubun-ubun, dua tulang pelipis,dua tulang tapis, dan tulang baji.

-Tulang tengkorak bagian muka(wajah)

Tulang tengkorak bagian muka terletak pada bagian muka kepala. Tulang tengkorak bagian muka terdiri dari dua tulang rahang atas, dua tulang rahang bawah, dua tulang pipi, dua tulang mata, dua tulang hidung, dua tulang langit-langit, dan satu tulang pangkal lidah.

Tulang badan

Tulang badan berfungsi menopang tubuh secara keseluruhan. Tulang badan terdiri dari lima kelompok, yaitu tulang belakang, tulang dada, tulang rusuk, tulang gelang bahum dan tulang gelang panggul.

Tulang belakang

Tulang belkang berperan menyangga tulang tengkorak, menyokong tubuh, menjaga kestabilan tubuh, dan tempat melekatnya tulang-tulang rusuk. Tulang belakang tidak lurus, karena ada bagian yang melengkung. Lengkungan berperan untuk membantu tubuh dalam menjaga keseimbangan badan anggota gerak, dan kepala. Ttulang belakang terdiri dari 33 ruas belakang, yaitu tujuh ruas tulang leher, dua belas ruas tulang punggung, lima ruas tulang pinggang, lima ruas tulang belkang yang menyatu, dan empat tulang ekor yang menyatu. Struktur dan ruas tulang belakang bervariasi, karena secara khusus memiliki fungsi yang berbeda.

Tulang dada

Tulang dada merupakan tempat melekatnya tulang rusuk bagian depan. Tulang dada terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian hulu( tangkai ), bagian badan, dan bagian taju pedang.

Tulang rusuk( iga ).Tulang rusuk terdiri dari tiga jenis tulang, yaitu tujuh pasang rusuk sejati, tiga pasang tulang rusuk palsu, dan dua pasang tulang rusuk melayang. Bagian depan tulang rusuk sejati melekat pada tulang dada, dan bagian belankangnya melekat pada tulang belakang. Bagian dwepan tulang rusuk palsu melekat pada tulang rusuk di atasnya, sedangkan bagian belakangnya meleket pada tulang belakang.

Tulang gelang bahu. Tulang gelang bahu terdiri dari dua tulang belikat dan dua tulang selangka, berebentuk segitiga pipih dan memiliki tonjolan yang disebut paruh gagak. Tulang selangka melekat pada tulang dada.

Tulang gelang panggul.Tulang gelang panggul terdiri dari dua tulang pinggul, dua tulang duduk, dan dua tulang kemaluan. Ketiga tulang tersebut berkaitan erat sehingga membentuk suatu lingkaran yang berlubang.

Tulang anggota gerak bagian atas(tangan atau lengan). Tulang anggota gerak bagian atas terdiri dari tulang lengan atas, dua tulang pengumpil, dua tulang hasta, enam belas tulang pergelangan tangan, sepuluh tulang telapak tanganm dan 28 tulang jari tangan. Tulang hasta letaknya searah dengan sisi kelingking, tulang pengumpil letaknya searah dengan ibu jari. Tulang pengumpil dapat digerakan diatas tulang hasta.

Tulang anggota gerak bagian bawah(kaki atau tungkai)

Tulang anggota gerak bagian bawah terdiri dari tulang paha, dua tulang tempurung lutut, dua tulang kering, dua tulang betis, empat belas tulang pergelangan kaki, sepuluh tulang telapak kaki, dan 28 tulang jari kaki. Fungsi utama kaki adalah menopang berat tubuh dan untuk mengatur gerak tubuh ketika berjalan.

1. Rangka Tubuh pada manusia

Rangka tubuh manusia terdiri dari tulang tulang yang saling berhubungan.

jumlah tulang yang menyusun rangka manusia lebih kurang 206 potong tulang.

fungis-fungi dari tulang adalah :

– menegakkan atau menopang berdirinya tubh

– memberi bentuk tubuh

– melindungi organ organ yang penting dan lunak

– tempat melekatnya otot otot pada rangka

– tenpat pembentukan sel-sel darah merah pada tubuh manusia

berdasarkan jenisnya, tulang dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu tulang rawan ( kartilago) dan tulang keras ( osteon ).

Tulang Rawan( Kartilago )

Pada rangka fetus ( bayi dalam kandungan ) hampir seluruhnya tersusun atas tulang rawan. Pada orang dewasa, tulang rawan hanya terdapat tempat-tempat tertentu, yaitu daun telinga, ujung hidung, laring,trakea, permukaan persendian, antara tulang rusuk dan tulang dada, dan antara ruas-ruas tulang belakang.

Tulang rawan di bentuk oleh esl-sel tulang rawan(kondronsit) dan bahan dasar yaitu matriks. Matriks tulang rawan merupakan campuranm protein dan karbohidrat ayng disebut kondrin. Matriks tulang rawan yang terbentuk dari sel-sel ulang rawan banyak mengadung zat perekat ( kolagen ) dan sedikit mengandung zat kapur sehingga tulang rawan bersifat lentur atau elastis.

Tulang rawan dibedakan menjadi tiga macam, yaitu tulang rawan hialin, tulang rawan elastis, dan tulang rawan fibrosa.

a. Tulang rawan Hialin

Tulang rawan hialin bersifat halus, transparan, dan memiliki matriks yang homogen. Tulang Rawan HIalin terdapat pada permukaan persendian serta dinding trakea

.

b. Tulang rawan elastis

Tulang rawan elastis bersifat lentur dan matriks memiliki serabut elastis yang bercabang cabang. Tulang rawan elastis terdapat pada ujung hidung dan daun telinga.

c. Tulang rawan fibrosa

Tulang rawan fibrosa bersifat kurang lentur dan matriks mengandung banyak serabut kolagen. Biasanya tulang ini terdapat di antara ruas-ruas Tulang belakang dan tulang rawan pada lutut

Tulang keras

Berbeda dengan tulang rawan, tulang ini merupakan kumpulan sel-sel tulang. Matriks pada sel-sel tulang itu mengandung zat fosfor dan zat kapur, sehingga tulang menjadi keras. Tulang keras berasal dari tulang rawan. Setelah tulang rawan terbentuk, di dalamnya terbentuk rongga yang mengandung osteoblas. Osteoblas kemudian membentuk osteosit. Osteosit mensekresikan zat protein yang akan menjadi matriks tulang. Bagian dalam dari tulang berisi sumsum tulang. Ada 2 macam sumsum tulang yaitu : sumsum merah dan sumsum kuning. Sumsum merah merupakan tempat produksi sel darah merah dan sumsum ini terdapat pada seluruh tulang anak – anak, sedangkan pada orang dewasa terdapat pada ruas tulang belakang, tulang rusuk, dan tulang kepala. Sumsum kuning terdapat pada Tulang anggota gerak orang dewasa. Berdasarkan bentuk tulang keras dibagi menjadi 3 macam yaitu : tulang pendek , tulang pipih, dan tulang pipa.

a.Tulang pendek

Tulang pendek berbentuk silinder kecil, Contoh tulang pendek : ruas-ruas tulang belakang, tulang pergelangan kaki dantulang pergelangan tangan.

b.Tulang pipih

Tulang pipih berbentuk pipih dan lebar. Contoh tulang pipih adalah tulang dada, tulang burung kepala, tulang rusuk dan tulang belikat.

c.Tulang pipa

Tulang pipa berbentuk panjang seperti pipa. Kedua ujung pipa membesar, membentuk bongol yang tersusun atas tulang spons yang disebut epifise. Bagian tengah di antara 2 bonggol disebut diafise. Diafise merupakan tulang kompak dan di dalamnya terdapat rongga yang disebut rongga sumsum tulang. Antara efipise dan diafise ada daerah yang disebut cakra efipise. Pada saat pertumbuhan itu, rongga di dalam tulang pipa juga bertambah besar dan tulang bertambah panjang, Contoh tulang paha, tulang betis dan tulang lengan atas.